Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Diberdayakan oleh Blogger.

Solo Batik Carnival 2011


Event Solo Batik carnival sebagai sebuah event utama tahunan kota solo pada tahun 2011 ini memasuki penyelenggaraan yang ke-4, Solo Batik carnival digagas dan di rancang sebagai sebuah karnaval dunia yang berbasis masyarakat dengan menggunakan kain batik sebagai materi kreatifitas penciptaan kostum karnaval yang fantastic. Setiap peserta karnaval diwajibkan mengikuti workshop merancang kostum selama 4 bulan dengan pembiayaan mandiri dari para pesertanya, kostum karnaval yang di rancang akan dipakai sendiri oleh para peserta dalam perhelatan Solo Batik Carnival sepanjang 5 km.


Solo Batik Carnival 2011 mengangkat tema “Keajaiban Legenda”
Legenda merupakan cerita yang dianggap benar benar pernah terjadi, legenda biasanya menceritakan tentang tokoh, benda, nama tempat dan lain-lain. Legenda juga merupakan bagian dari kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang sangat beragam.

Solo Batik Carnival ke-4 tahun 2011 menjadikan legenda sebagai inspirasi tema sekaligus upaya tafsir masyarakat melalui penciptaan-penciptaan kostum bermateri batik untuk menyajikan legenda lebih segar dan menarik agar masyarakat makin mengenal kebudayaan di Indonesia.

Solo Batik Carnival tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selain diadakan pada malam hari, kostum pertama dalam nuansa citra keemasan dalam keajaiban legenda, kostum dibuat sedemikian rupa berdasarkan karakter yang ada pada legenda tersebut. SBC#4 bukan hanya menampilkan kemegahan kostum karnaval ala solo, juga akan menampilkan koreografi yang dipadukan dengan iringan orchestra music gamelan.

4 legenda terkenal di Jawa : Roro Jonggrang, Ratu Pantai Selatan, Kencana Wungu dan Ande-ande lumut dipilih menjadi tema perhelatan Solo Batik carnival 2011.


ANDE-ANDE LUMUT
Performer : Kelompok Anak-anak

Mengisahkan tentang Pangeran Inukertapati yang bertemu dengan Klething Kuning, si bungsu dari empat bersaudara (Kleting Merah, Kleting Hijau, Kleting Biru), anak-anak seorang janda di desa tempat ayah Pangeran Inukertapati memerintah. Diam-diam mereka saling mengingat. Dalam hati, Pangeran Inukertapati tahu, gadis seharum bunga mawar itu adalah calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling sempurna. Sayang, mereka tak pernah bertemu lagi.

Beberapa tahun kemudian, seorang pemuda tampan bernama Ande Ande Lumut (anak seorang janda) mengumumkan bahwa dia sedang mencari istri. Tak seperti gadis-gadis desa lain dan juga saudara-saudaranya, Kleting Kuning enggan pergi sebab dia masih mengingat Pangeran Inukertapati. Namun berkat nasehat dari bangau ajaib penolongnya, maka akhirnya Klething Kuning pun turut serta.

Dalam perjalanannya, ternyata mereka harus menyeberangi sebuah sungai yang dalam. Pada saat itu, muncullah penjaga sungai Yuyu Kangkang (kepiting raksasa). Si Yuyu menawarkan untuk menyeberangkan mereka dengan imbalan ciuman. semua gadis-gadis desa yang akan melamar segera saja menyetujuinya, Hanya Kleting Kuning yang enggan untuk mencium si Yuyu. Dengan Sodo Lanang (pemberian Bangau), Kleting Kuning berhasil menyeberang tanpa harus mencium si Yuyu. Singkat cerita, Ande-ande Lumut mengetahui hanya Kleting Kuning yang tidak mencium si Yuyu, maka ia memilih Kleting Kuning sebagai istrinya. Kleting Kuning baru sadar bahwa Ande Ande Lumut adalah Pangeran Inukertapati yang dicintainya. Kleting Kuning diboyong ke kerajaan Banyuarum untuk dijadikan permaisuri dengan nama Dewi Sekartaji.

Karakter Carnival :
1. Pangeran Inukertapati
2. Ande-Ande Lumut
3. Dewi Sekartaji
4. Kleting Kuning
5. Kleting Merah
6. Kleting Hijau
7. Kleting Biru
8. Mbok rondho Dadapan
9. Yuyu Kangkang
10. Burung Bangau


RORO JONGGRANG
Performer : Remaja dan Dewasa

Konon tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. Beliau bertahta di Prambanan. Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun demikian, kalau sudah takdir, akhirnya dia kalah juga dengan Raja Pengging. Prabu Baka meninggal di medan perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan karena bantuan orang kuat yang bernama Bondowoso yang juga terkenal sebagai Bandung Bondowoso karena dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung.

Dengan persetujuan Raja Pengging, Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan. Di sini dia terpesona oleh kecantikan Lara Jonggrang, putri bekas lawannya, bahkan putri raja yang dibunuhnya. Bagaimanapun juga, dia akan memperistrinya.

Lara Jonggrang takut menolak pinangan itu. Namun demikian, dia tidak akan menerimanya begitu saja. Dia mau kawin dengan Bandung Bondowoso asalkan syarat-syaratnya dipenuhi. Syaratnya ialah supaya dia dibuatkan seribu candi dan dua sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso menyanggupinya, meskipun agak keberatan. Dia minta bantuan ayahnya sendiri, orang sakti yang mempunyai balatentara roh-roh halus.

Pada hari yang ditentukan, Bandung Bondowoso beserta pengikutnya dan roh-roh halus mulai membangun candi yang besar jumlahnya itu. Sangatlah mengherankan cara dan kecepatan mereka bekerja. Sesudah jam empat pagi hanya tinggal lima buah candi yang harus disiapkan. Di samping itu sumurnya pun sudah hampir selesai.

Seluruh penghuni Istana Prambanan menjadi kebingungan karena mereka yakin bahwa semua syarat Lara Jonggrang akan terpenuhi. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis dibangunkan dan disuruh menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya. Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum, roh-roh halus menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang. Pembuatan candi kurang sebuah, tetapi apa hendak dikata, roh halus berhenti mengerjakan tugasnya dan tanpa bantuan mereka tidak mungkin Bandung Bondowoso menyelesaikannya.

Keesokan harinya waktu Bandung Bondowoso mengetahui bahwa usahanya gagal, bukan main marahnya. Dia mengutuk para gadis di sekitar Prambanan -- tidak akan ada orang yang mau memperistri mereka sampai mereka menjadi perawan tua. Sedangkan Lara Jonggrang sendiri dikutuk menjadi arca. Arca tersebut terdapat dalam ruang candi yang besar yang sampai sekarang dinamai candi Lara Jonggrang. Candi-candi yang ada di dekatnya disebut Candi Sewu yang artinya seribu

Karakter Carnival :
1. Roro Jonggrang
2. Prabu Baka
3. Bandung Bandawasa
4. Jin dan Peri
5. Putri Candi


RATU KENCONO WUNGU
Performer : Remaja dan Dewasa

Damar Wulan lahir berdarah pangeran, keponakan dari perdana menteri, Patih Logender, tetapi dibesarkan di pertapaan kakeknya. Menuruti nasihat kakeknya, ia pergi ke istana Majapahit mencari pekerjaan. Sepupu-sepupunya, Layang Seta dan Layang Kumitir, menganiayanya sesampainya Damar Wulan di sana.

Patih Logender, yang tidak menginginkan Damar Wulan bersaing dengan anak-anaknya sendiri, menetapkan dia sebagai pemotong rumput dan penjaga kuda istana. Meskipun tidak mengenakan pakaian indah, wajahnya masih terlihat sangat tampan. Desas-desus tentang ketampanannya ini akhirnya sampai pada pendengaran Putri Anjasmara, anak Patih Logender. Putri Anjasmara menemui Damar Wulan dengan diam-diam dan mereka jatuh cinta dan mereka berhubungan secara sembunyi-sembunyi. Suatu malam, Layang Seta dan Layang Kumitir mendengar suara dari dalam kamar saudarinya. Mereka mendobrak masuk dan mencoba untuk membunuh Damar Wulan, tapi Damar Wulan mampu mengalahkan mereka. Layang Seta dan Layang Kumitir melarikan diri dan mengadu pada ayah mereka, yang kemudian memerintahkan Damar Wulan untuk dihukum mati. Puteri Anjasmara memohon belas kasihan untuk kekasihnya. Akhirnya Patih Logender memutuskan tidak jadi menghukum mati Damar Wulan, melainkan dia memenjarakan pasangan itu.

Sementara itu, Menak Jingga telah menulis surat kepada Ratu Kencana Wungu untuk meminangnya. Ketika Ratu Kencana Wungu menolak pinangannya, Menak Jingga marah dan menyatakan perang terhadap kerajaan Majapahit. Dia berhasil dalam menyerang daerah sekeliling kerajaan Majapahit, dan akhirnya kerajaan Majapahit merasa terancam oleh pasukan Menak Jingga secara langsung.

Dalam keadaan tertekan, Ratu Kencana Wungu mengumumkan bahwa siapa pun yang membunuh Menak Jingga dan berhasil memenggal kepalanya akan menjadi suaminya. Khawatir bahwa tidak ada penyelamat yang muncul, ia menerima wahyu bahwa seorang ksatria muda bernama Damar Wulan dapat mengalahkan Menak Jingga. Dia memerintahkan Patih Logender membebaskan Damar Wulan dari penjara dan mengirimnya untuk melawan Menak Jingga.

Damar Wulan, disertai oleh para pengikutnya Sabdapalon dan Nayagenggong, berangkat menuju ke Blambangan. Hari sudah malam saat mereka tiba di sana, Damar Wulan menyelinap masuk ke dalam taman dan berhasil menguping percakapan di paviliun antara dua selir Menak Jingga yang bernama Dewi Wahita dan Dewi Puyengan. Setelah cukup menguping, Damar Wulan masuk ke paviliun dan memperkenalkan dirinya. Dewi Wahita dan Dewi Puyengan terpesona melihat ketampanannya dan mereka memutuskan untuk mengabdi kepadanya. Pada saat yang sama, Menak Jingga memutuskan untuk mengunjungi selir-selir tersebut, dan menemukan Damar Wulan sedang ada di sana dengan mereka. Tanpa dapat dihindari lagi Menak Jingga dan Damar Wulan berkelahi, tapi Damar Wulan tidak mampu mengalahkan Menak Jingga. Damar Wulan terluka parah dan pingsan seakan sudah mati.

Menak Jingga meninggalkannya dan memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk menjaga tubuh Damar Wulan. Namun, prajurit-prajurit jatuh tertidur, dan kedua selir menyeret tubuh Damar Wulan ke tempat tersembunyi, dan berhasil menyadarkannya dari pingsan. Lalu mereka mengungkapkan rahasia kekebalan Menak Jingga kepada Damar Wulan, yaitu senjata sakti gada Wesi Kuning milik Menak Jinggo yang disembunyikan di balik bantalnya. Jika Menak Jingga dipukul di sebelah kiri dahinya dengan gada ini, ia akan mati. Mempertaruhkan hidup mereka demi kekasih mereka, para selir ini berhasil mencuri gada Wesi Kuning saat Menak Jingga sedang tidur.

Keesokan harinya pertempuran kedua antara Menak Jingga dan Damar Wulan terjadi, di mana Damar Wulan berhasil memenggal kepala raja. Berhasil membawa kemenangan, ia kembali ke Majapahit, tapi Layang Seta dan Layang Kumitir menyergapnya di luar istana, membunuhnya dan membawa kepala Menak Jingga ke hadapan Ratu Kencana Wungu.

Namun, seorang pertapa menghidupkan kembali Damar Wulan, dan sang ratu mendengar cerita sesungguhnya. Dalam pertempuran terakhir, Damar Wulan mengalahkan Layang Seta dan Layang Kumitir , lalu dinobatkan menjadi Raja Majapahit. Ratu Kencana Wungu mengijinkannya untuk tetap memiliki Puteri Anjasmara, Dewi Wahita dan Dewi Puyengan sebagai istri-istrinya.

Karakter Carnival
1. Ratu Kencana Wungu
2. Putri Anjasmara
3. Damar Wulan
4. Minak Djinggo


RATU LAUT SELATAN
Performer : Remaja dan Dewasa

Konon, Nyi Roro Kidul adalah seorang ratu yang cantik bagai bidadari, kecantikannya tak pernah pudar di sepanjang zaman. Di dasar Laut Selatan, yakni lautan yang dulu disebut Samudra Hindia - sebelah selatan pulau Jawa, ia bertahta pada sebuah kerajaan makhluk halus yang sangat besar dan indah.

Siapakah Ratu Kidul itu? Konon, menurut yang empunya cerita, pada mulanya adalah seorang wanita, yang berparas elok, Kadita namanya. Karena kecantikannya, ia sering disebut Dewi Srengenge, yang artinya Matahari Jelita. Kadita adalah putri Raja Munding Wangi. Walaupun Kadita sangat elok wajahnya, Raja tetap berduka karena tidak mempunyai putra mahkota yang dapat disiapkan. Baru setelah Raja memperistrikan Dewi Mutiara lahir seorang anak lelaki. Akan tetapi, begitu mendapatkan perhatian lebih, Dewi Mutiara mulai mengajukan tuntutan-tuntutan, antara lain, memastikan anaknya lelaki akan menggantikan tahta dan Dewi Kadita harus diusir dari istana. Permintaan pertama diluluskan, tetapi untuk mengusir Kadita, Raja Munding Wangi tidak bersedia.

“Ini keterlaluan,” sabdanya. “Aku tidak bersedia meluluskan permintaanmu yang keji itu,” sambungnya. Mendengar jawaban demikian, Dewi Mutiara malahan tersenyum sangat manis, sehingga kemarahan Raja, perlahan-lahan hilang. Tetapi, dalam hati istri kedua itu dendam membara.

Hari esoknya, pagi-pagi sekali, Mutiara pengutus inang mengasuh memanggil seorang tukang sihir, si Jahil namanya. Kepadanya diperintahkan, agar kepada Dewi Kadita dikirimkan guna-guna.

“Bikin tubuhnya berkudis dan berkurap,” perintahnya. “Kalau berhasil, besar hadiah untuk kamu!” sambungnya. Si Jahil menyanggupinya. Malam harinya, tatkala Kadita sedang lelap, masuklah angin semilir ke dalam kamarnya. Angin itu berbau busuk, mirip bau bangkai. Tatkala Kadita terbangun, ia menjerit. Seluruh tubuhnya penuh dengan kudis, bernanah dan sangat berbau tidak enak.

Tatkala Raja Munding Wangi mendengar berita ini pada pagi harinya, sangat sedihlah hatinya. Dalam hati tahu bahwa yang diderita Kadita bukan penyakit biasa, tetapi guna-guna. Raja juga sudah menduga, sangat mungkin Mutiara yang merencanakannya. Hanya saja. Bagaimana membuktikannya. Dalam keadaan pening, Raja harus segera memutuskan. Hendak diapakan Kadita. Atas desakan patih, putri yang semula sangat cantik itu mesti dibuang jauh agar tidak menjadikan aib.

Maka berangkatlah Kadita seorang diri, bagaikan pengemis yang diusir dari rumah orang kaya. Hatinya remuk redam; air matanya berlinangan. Namun ia tetap percaya, bahwa Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan mahluk ciptaanNya dianiaya sesamanya. Campur tanganNya pasti akan tiba. Untuk itu, seperti sudah diajarkan neneknya almarhum, bahwa ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya.

Siang dan malam ia berjalan, dan sudah tujuh hari tujuh malam waktu ditempuhnya, hingga akhirnya ia tiba di pantai Laut Selatan. Kemudian berdiri memandang luasnya lautan, ia bagaikan mendengar suara memanggil agar ia menceburkan diri ke dalam laut. Tatkala ia mengikuti panggilan itu, begitu tersentuh air, tubuhnya pulih kembali. Jadilah ia wanita cantik seperti sediakala. Tak hanya itu, ia segera menguasai seluruh lautan dan isinya dan mendirikan kerajaan yang megah, kokoh, indah dan berwibawa. Dialah kini yang disebut Ratu Laut Selatan.

Karakter Carnival
1. Putri Pantai Selatan
2. Prajurit Putri
3. Prajurit Biota Laut
15:50 | 0 komentar

Kalender Event Kota Solo 2011

30 Januari
Grebeg Sudiro
Lokasi : Pasar Gede
Acara yang digelar untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek. Gunungan dari ribuan kue keranjang dikirabkan di sekitar Pasar Gede. Peserta berbusana tradisional Jawa dan Tionghoa mengiringi dengan membawa lampion. Acara dimeriahkan dengan penampilan liong, barongsai dan kesenian lainnya.

9-15 Februari
Sekaten
Lokasi : Alun-alun Utara Kraton Kasunanan Surakarta
Kata Sekaten berasal dari istilah agama Islam, Syahadatain atau dua kalimat syahadat. Ritual untuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dimeriahkan berbagai pertunjukan dan pasar rakyat yang memasarkan souvenir dan kerajinan tangan lainnya. Ada pula pameran benda-benda pusaka di Pagelaran Keraton. Di bangsal Masjid Agung, dibunyikan gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari mulai pukul 09.00-24.00 (istirahat saat masuk waktu salat).

16 Februari
Grebeg Mulud
Lokasi : Keraton Kasunanan Surakarta - Masjid Agung
Puncak dari perayaan Sekaten adalah keluarnya Gunungan dari Keraton menuju Masjid Agung. Setelah didoakan, gunungan kemudian dibagikan kepada masyarakat.

18 - 22 Februari
Festival Ketoprak
Lokasi : Gedung Kesenian Balekambang
Pementasan grup-grup ketoprak yang ada di Kota Solo

20 Februari
Solo Karnaval
Lokasi : Jalan Slamet Riyadi
Karnaval budaya dalam rangka peringatan Hari Jadi  ke-266 Kota Solo

19 Maret
Festival Tirtonadi
Lokasi : Pelataran Sungai Kalianyar
Pagelaran seni budaya berupa tari, seni lukis dan seni instalasi bertema air. Dimeriahkan juga dengan pasar rakyat dan karnaval budaya.

4 April
Mahesa Lawung
Lokasi : Keraton Kasunanan Surakarta - Hutan Krendhawahana
Ritual adat Keraton Kasunanan Surakarta untuk memohon keselamatan dan supaya terhindar dari segala macam mara bahaya.Peserta upacara berangkat dari Gondorasan ke Bangsal Sewayana Keraton Surakarta kemudian seterusnya menuju ke Hutan Krendhawahana di Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar (14 Km arah utara Kota Solo). Tempat ini dianggap sakral dan merupakan tempat semedi para leluhur Keraton Mataram. Dalam upacara juga disiapkan sesajen berupa sebuah kepala kerbau dengan ubarampenya.

29 April - 1Mei
Bengawan Travel Mart
Lokasi : Solo dan kota-kota sekitarnya
Mempertemukan para sellers dan buyers pariwisata .

29 April
Solo Menari
Lokasi :  JalanSlamet Riyadi
Tarian sehari penuh di sepanjang jalan utama Kota Solo

6 - 8 Mei
Festival Dolanan Bocah
Venue : Kawasan Gladhak
Atraksi permainan anak-anak tempo dulu yang hingga kini tetap dimainkan.

20 - 21 Mei
Mangkunegaran Performing Art
Lokasi : Pura Mangkunegaran
Pentas seni budaya karya adiluhung Dinasti Mangkunegaran.

16 - 18 Juni
Solo Kampong Art
Venue : Kawasan Monumen 45
Menampilkan seniman-seniman kampung yang memiliki kemampuan dan bakat seni tinggi sekaligus memperingati hari jadi Pemerintah Kota Solo

19 - 21 Juni
Kreatif Anak Sekolah Solo (KREASSO)
Lokasi : Kawasan Mangkunegaran
Ajang untuk menampilkan kreativitas anak-anak sekolah, pentas seni, unjuk prestasi siswa, dsb.

25 Juni
Solo Batik Carnival
Lokasi : Jalan Slamet Riyadi
Karnaval yang mengambil tema batik. Untuk itu bahan yang digunakan para peserta semuanya juga batik. Tahun 2008, 2009 dan 2010 acara ini mampu menyedot perhatian ratusan ribu orang. SBC digelar untuk mengangkat citra batik dan Solo sebagai Kota Batik. Ratusan model akan memperagakan busana batik, kreasi mandiri peserta karnaval dalam tampilan dan desain yang makin atraktif, memikat dan berani.

25 - 26 Juni
Keraton Art Festival
Lokasi : Keraton Kasunanan Surakarta
Ajang yang mempertunjukkan warisan budaya Keraton yang tangible (koleksi pusaka, peninggalan artefak, dll) serta yang intangible (upacara adat, peragaan busana Keraton dsb).

27 Juni
Tingalan Jumenengan Dalem ke-7 ISKS XIII
Lokasi : Keraton Kasunanan Surakarta
Upacara peringatan kenaikan tahta SISKS Paku Buwono XIII. Dalam acara ini dipergelarkan tarian sakral Bedaya Ketawang, yang tidak semua penari bisa melakukan dan hanya digelar dalam event yang sangat khusus. Pada saat itu biasanya juga dilakukan pemberian gelar kebangsawanan kepada orang-orang yang dianggap berjasa kepada Keraton.

1- 3 Juli
Solo International Performing Art
Lokasi : Pamedan Mangkunegaran
Sebuah pentas seni pertunjukan yang mempertontonkan kekayaan pusaka non-bendawi (Intangible Heritage), tak hanya dari Solo, tetapi juga dari daerah-daerah lain di Indonesia serta dari manca negara.

4 -  6 Juli
Solo Batik Fashion
Lokasi  : Kompleks Balaikota
Penampilan busana berbahan dasar batik dari para desainer.

Solo Culinary Festival
Lokasi : Kompleks Balaikota
Ekspose keanekaragaman makanan dan minuman khas Jawa khususnya Solo. Ditampilkan pula makanan khas daerah-daerah lain di Indonesia serta dari manca negara.

7 -  9 Juli
Pentas Wayang Orang Gabungan
Lokasi : Gedung Wayang Orang Sriwedari
Pagelaran gabungan kelompok-kelompok wayang orang yang masih lestari hingga saat ini.

8 - 10 Juli
Kemah Budaya
Lokasi : Lapangan Kota Barat
Pembelajaran kemandirian pelajar sekolah (SD, SMP, SMA) dalam nuansa budaya.

23 Juli
Grand Final Pemilihan Putra-Putri Solo
Lokasi : Ngarsopuro
Puncak acara dari rangkaian proses pemilihan Putra-Putri Solo 2011

20 Agustus
Malem Selikuran
Lokasi : Keraton Kasunanan Surakarta - Taman Sriwedari
Ritual tradisional Keraton Surakarta Hadiningrat dan masyarakat Solo yang dilakukan setiap malam ke-21 Bulan Ramadhan, untuk memperingati Nuzulul Quran (saat Alquran, Kitab Suci Agama Islam, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW). Acara ditandai dengan kirab 1.000 tumpeng dari halaman Pagelaran Keraton, menuju Taman Sriwedari, yang diikuti para prajurit keraton, serta barisan 21 lampu ting, yang melambangkan peringatan "Malem Selikuran".

31 Agustus
Grebeg Poso
Lokasi : Keraton Kasunanan Surakarta - Masjid Agung
Upacara tradisional yang digelar berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri. Pada saat itu dilaksanakan prosesi membawa gunungan dari Keraton Surakarta ke Masjid Agung

1 -  11 September
Pekan Syawalan Jurug
Lokasi : Taman Satwa Taru Jurug
Rangkaian peringatan syawalan yang dipusatkan di TSTJ.

1 - 11 September
Bakdan ing Balekambang
Lokasi : Taman Balekambang
Pementasan seni pasca lebaran di Taman Balekambang.

29 - 30 September
Solo Keroncong Festival
Lokasi : Kawasan Mangkunegaran
Menampilkan para seniman keroncong nasional maupun lokal, dalam upaya melestarikan musik tradisi dan memupuk rasa nasionalisme.

1 Oktober
Grand Final Cipta Lagu Keroncong
Lokasi : Solo
Puncak acara lomba cipta lagu-lagu keroncong yang digelar dalam upaya untuk melestarikan seni keroncong.

7 - 9 Oktober
Wayang Bocah
Lokasi : Gedung Wayang Orang Sriwedari
Pentas wayang orang yang dimainkan oleh anak-anak dari kelompok-kelompok seni & sanggar-sanggar dikota Solo dan daerah-daerah sekitarnya.

16 Oktober
Bengawan Solo Gethek Festival
Lokasi : L a n g e n h a r j o - J u r u g
Kontes gethek untuk mengenang dan melestarikan masa-masa bengawan solo sebagai alat transportasi utama.

21 -  23 Oktober
Pasar Seni Balekambang
Lokasi : Taman Balekambang
Menyuguhkan pentas seni, budaya maupun lukisan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Taman Balekambang.

28 - 30 Oktober
Javanesse Theatrical
Pementasan teater jawa.

6 November
Kirab Apem Sewu
Lokasi : Kampung Sewu
Kirab yang digelar warga Kampung Sewu, Jebres, sebuah kawasan di tepian Bengawan Solo. Ada 1.000 apem yang dikirabkan (diarak) di sekeliling kampung. Apem-apem itu diusung dalam berbagai wadah dan bentuk.

7 November
Grebeg Besar
Keraton Kasunanan Surakarta - Masjid Agung
Ritual tahunan untuk memperingati Ibadah Haji (Idul Adha). Acara ini berlangsung di depan Masjid Agung Solo. Puncak perayaan ditandai saat Hajad Dalem Gunungan dibawa dalam prosesi dari Keraton Surakarta menuju Masjid Agung.

26 - 27 November
Kirab Malam 1 Sura
Lokasi : Keraton Kasunanan Surakarta – Pura Mangkunegaran
Perayaan Tahun Baru menurut Kalender Jawa. Malam satu Suro jatuh mulai terbenam matahari pada hari terakhir bulan terakhir kalender Jawa (30/29 Besar) sampai terbitnya matahari pada hari pertama bulan pertama tahun berikutnya (1 Suro).
- Di Mangkunegaran dilakukan jamasan (pencucian) benda pusaka kemudian dikirabkan keliling Pura Mangkunegaran.
- Di Keraton Surakarta, ritual 1 Sura juga dilakukan kirab benda-benda pusaka mengelilingi Benteng Keraton pada dini hari tanggal 27. Yang menarik adalah ikut sertanya beberapa kebo bule (kerbau albino) sebagai cucuk lampah (yang mengawali rombongan peserta kirab)

5 Desember
Wiyosan Jumenengan SP KGPAA Mangkoe Nagoro IX
Lokasi : Pura Mangkunegaran
Peringatan naik tahta Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkoe Nagoro (MN) IX, Penguasa Pura Mangkunegaran Solo. Dalam acara ini digelar tarian sakral Bedaya Anglir Mendung. Sehari sebelumnya dilakukan wilujengan selametan

31 Desember
Pesta Budaya dan Kembang Api Malam Tahun Baru
Lokasi : Solo
Menampilkan atraksi budaya dan pesta kembang api menyongsong Tahun Baru 2012.


AGENDA RUTIN SEPANJANG TAHUN

ENTERTAINMENTJADWALLOKASI
Wayang KulitTiap Malam Rabu LegiPondok Timasan, Makam Haji, Pajang
Wayang KulitTiap Malam Jumat KliwonPendopo Ageng Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta
Wayang OrangTiap Malam ( Senin – Sabtu)GWO Taman Sriwedari Surakarta
Wayang OrangTiap Minggu ke-2RRI Surakarta
SarasehanTiap Tanggal 25 (SELAWENAN)Kampung Batik Laweyan
Cultural PerformanceTiap Tanggal 26 (NEMLIKURAN)SMK I / SMKN 8 Surakarta
00:01 | 0 komentar

Cara aman bawa uang saat liburan

Jangan bawa banyak uang tunai! Ini salah satu tips umum bagi orang yang bepergian. Namun banyak atau sedikit jumlah uang yang dibawa, Anda tetap membutuhkan kiat jitu agar uang atau alat pembayaran lain yang dibawa tetap aman. Silakan simak tips berikut.

23:21 | 0 komentar